SUARA MERDEKA on line
02 Juni 2008
Demi Pop Jawa
JAKARTA-Sebagai penyanyi pop Jawa yang dilahirkan di Solo, 21 Juli 1968, Yuli Nuk’e mempunyai mimpi mulia. ”Melestarikan pop Jawa dengan cara penyajian yang berbeda,” katanya.
Untuk itulah, berduet bersama Paijo Londo, penyanyi campursari yang lebih dulu melangkah ke musik pop Jawa, dia merilis album pop Jawa berjudul Kasmaran.
Album yang diperuntukkan bukan hanya bagi orang Jawa itu, juga memasang single ”Tugu Banjarsari” yang katanya akan mengingatkan orang tentang Monumen 45 yang terletak di depan pasar Legi, Banjarsari, Solo.
Menyanyikan lagu yang bercerita tentang sebuah loka yang ada di sebuah kota, katanya, akan mengingatkan orang akan arti penting kampung halamannya. Sebagaimana yang pernah dilakukan Didi Kempot lewat lagu ”Stasiun Balapan”.
Album yang akan dikelilingkan di seluruh Jawa Tengah itu, diharapkan akan mengekor kesuksesan album campursari atau pop Jawa lainnya. Sebagaimana kesuksesan yang pernah diraih penyanyi Mantous, Didi Kempot, dan Sonny Jos.
Yang membuat lebih istimewa album yang mengemas 10 lagu itu, ternyata diharmonisasi dengan warna orkestra. Ternyata, pop jawa dan orkestra bisa bergandengan dengan mesra. (G20-45)
Sabtu, 21 Juni 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


1 komentar:
selamat n sukses buat mbak yulie nuke sebagai penyanyi yang mau peduli dengan pop jawa. semoga akan menjadi contoh buat penyanyi2 yang lain agar lagu2 pop jawa hidup kembali dengan warna warni yang menarik
Posting Komentar